Carlos Alcaraz berhasil melaju ke perempat final Australian Open setelah mengalahkan Tommy Paul dengan skor 7-6 (6), 6-4, 7-5. Petenis peringkat teratas dunia asal Spanyol itu menunjukkan performa impresif, terutama dalam servisnya yang telah dimodifikasi sejak pramusim. Ia tidak melakukan kesalahan ganda, memasukkan 70% servis pertamanya, dan memenangkan 79% poin dari servis tersebut, sementara 68% poin dari servis kedua juga menjadi keunggulannya.

Pertandingan sempat terhenti lebih dari 14 menit karena insiden medis yang melibatkan penonton di Rod Laver Arena. Meski demikian, Alcaraz mampu menjaga fokus dan mematahkan servis Paul di game krusial set ketiga untuk menutup pertandingan dalam waktu 2 jam 44 menit. Gestur sportivitas terlihat saat Alcaraz berpelukan dan memberi tepuk tangan kepada lawannya.
Alcaraz juga menyinggung interaksi lucu dengan Novak Djokovic mengenai gerakan servisnya. Candaan ini menambah suasana santai di lapangan, sekaligus menunjukkan sisi manusiawi para atlet top di tengah tekanan besar Grand Slam.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan Baru Menanti Alex de Minaur
Di perempat final, Carlos Alcaraz akan menghadapi Alex de Minaur, unggulan nomor 6 dan favorit tuan rumah. De Minaur sebelumnya mengalahkan Alexander Bublik dengan skor meyakinkan 6-4, 6-1, 6-1. Alcaraz menilai pertandingan ini akan menjadi ujian berat, mengingat gaya bermain agresif de Minaur dan pengalaman pemain Australia di Melbourne Park.
Meski belum pernah menembus semifinal Australian Open sebelumnya, Alcaraz optimis. Ia menekankan pentingnya servis sebagai senjata utama, sambil tetap menjaga konsistensi dan fokus pada setiap poin. Kemenangan atas Paul memberikan kepercayaan diri tambahan menjelang babak berikutnya.
Baca Juga: Aryna Sabalenka Tuntaskan Balas Dendam, Gauff Tersingkir dari WTA Finals
Pemain Muda yang Menyita Perhatian: Learner Tien

Selain Alcaraz, perhatian juga tertuju pada Learner Tien, petenis Amerika berusia 20 tahun yang menjadi perempat finalis putra termuda sejak Nick Kyrgios pada 2015. Tien berhasil menyingkirkan Daniil Medvedev, finalis tiga kali Australian Open, dengan skor 6-4, 6-0, 6-3.
Pencapaian Tien menjadi bukti generasi muda semakin kompetitif di level Grand Slam. Ia mengaku bangga dan bersemangat menghadapi Alexander Zverev di perempat final, meski mengakui tantangan besar menanti dari pemain berpengalaman itu.
Statistik dan Kunci Kemenangan Alcaraz
Selama empat pertandingan awal di Melbourne Park, Alcaraz menunjukkan dominasi servis yang konsisten. Ia memantau statistiknya setelah setiap set dan menilai servis sebagai senjata krusial untuk meraih kemenangan. Kombinasi kecepatan, akurasi, dan mental kuat membuat Alcaraz menjadi salah satu favorit juara di Australian Open 2026.
Kemenangan ini juga memastikan Alcaraz tetap menjadi sorotan dunia tenis, dengan peluang meraih gelar Grand Slam pertamanya di Melbourne Park sekaligus memperkuat posisi dominannya di peringkat dunia. Dengan lawan tangguh menanti, fokus dan konsistensi akan menjadi kunci kesuksesan Alcaraz di babak perempat final. Nantikan terus kabar terbaru seputar dunia olahraga menarik lainnya hanya di sportsromaniaro.com.
