Locatelli Mengaku Tersingkirnya Juventus dari Liga Champions Bikin Hampir Menangis

Bagikan

Kapten Juventus, Manuel Locatelli, mengaku hampir menangis setelah tersingkirnya timnya di Liga Champions berakhir tipis melawan Galatasaray. Juventus datang ke leg kedua dengan defisit agregat 2-5, tetapi mampu unggul 3-0 di kandang sendiri sebelum babak perpanjangan waktu.

Locatelli-Mengaku-Tersingkirnya-Juventus-dari-Liga-Champions-Bikin-Hampir-Menangis

Meski sempat bermain dengan 10 pemain setelah Lloyd Kelly diusir keluar lapangan, Bianconeri tetap menekan. Weston McKennie bahkan mencetak gol penyama agregat sementara, menunjukkan determinasi luar biasa tim asuhan Luciano Spalletti. Namun, Galatasaray mencetak dua gol tambahan di babak perpanjangan waktu, sehingga Juventus kalah 3-2 pada laga ini dan 7-5 secara agregat.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Locatelli menekankan betapa beratnya situasi tersebut secara emosional. “Rasanya saya hampir ingin menangis karena betapa besarnya keyakinan kami,” katanya. Ia menilai timnya telah memberikan segalanya, lebih dari sekadar permainan di lapangan. Para penggemar Juventus pun tetap memberi tepuk tangan apresiasi, meski tim mereka tersingkir dari kompetisi Eropa.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Pemain Juventus Refleksi Kekalahan

Bek Federico Gatti, yang mencetak gol kedua untuk Juventus, merasa hasil leg pertama di Istanbul menjadi faktor penentu. Ia menilai peluang tim untuk lolos sudah terpangkas sebelum babak perpanjangan waktu.

“Ini membuat frustrasi karena kami memasuki babak perpanjangan waktu dengan sedikit kelelahan,” ujar Gatti. Ia menekankan bahwa Juventus telah berhasil mengembalikan permainan ke jalur yang benar, tetapi defisit besar di leg pertama membuat mereka akhirnya gagal lolos. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa margin kesalahan di Liga Champions sangat tipis.

Situasi ini memperlihatkan kekuatan mental dan komitmen para pemain Juventus. Walaupun gagal, penampilan heroik mereka di leg kedua tetap menjadi catatan penting dalam sejarah klub, menunjukkan karakter tim yang tak mudah menyerah.

Baca Juga: Debut Spektakuler Karim Benzema Bawa Al Hilal Hancurkan Al Okhdood

Dampak Kekalahan untuk Klub dan Liga

Dampak-Kekalahan-untuk-Klub-dan-Liga

Tersingkirnya Juventus dari Liga Champions berarti hanya satu tim Italia yang tersisa di babak 16 besar, yaitu Atalanta, yang berhasil melakukan comeback menakjubkan melawan Borussia Dortmund. Kekalahan ini juga menambah tekanan pada Juventus di kompetisi domestik, di mana mereka berada di posisi kelima Serie A, empat poin di belakang AS Roma untuk memperebutkan tiket terakhir ke Liga Champions musim depan.

Pelatih Luciano Spalletti dan manajemen klub kini harus menilai kembali strategi tim untuk menghadapi sisa musim, baik di liga domestik maupun persiapan kompetisi Eropa musim depan. Meskipun tersingkir, performa heroik leg kedua menjadi modal penting bagi mental tim ke depan.

Pelajaran dari Perjuangan Juventus

Kekalahan dari Galatasaray mengajarkan Juventus tentang pentingnya menjaga konsistensi di kedua leg. Determinasi pemain seperti Locatelli, McKennie, dan Gatti menunjukkan bahwa karakter tim tetap kuat meski hasil akhir mengecewakan.

Pengalaman emosional ini menjadi pelajaran berharga bagi Bianconeri untuk memperbaiki performa di kompetisi berikutnya. Meskipun Liga Champions musim ini berakhir lebih cepat, semangat juang yang ditunjukkan tetap menjadi inspirasi bagi para pemain dan penggemar Juventus.

Kemenangan moral di leg kedua memberi pesan jelas: Juventus memiliki fondasi karakter yang kuat untuk bangkit di musim berikutnya. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di sportsromaniaro.com.